Home Pelayanan Kesehatan & Ambulans Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Warga Setu dan Pondok Aren

Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Warga Setu dan Pondok Aren

154
0
SHARE
relawan pmi sedang mendemonstrasikan cara membalut luka

Mengabdikan diri agar berguna bagi sesama adalah salah satu tugas Sukarelawan PMI dimana saja. Dengan dukungan dari Bank Sampah Melati Bersih, Bantenhits.com, Banten Heritage, Detak Tangsel.com serta Radio Fresh 96.9 Fm dan Majalah Tangerang Plus Sukarelawan PMI Tangsel yang tergabung dalam wadah KSR dan TSR PMI masih menjalankan program kerjanya yang bertajuk Pengabdian dan Bhakti Sukarelawan PMI bagi Masyarakat dengan melatih pertolongan pertama di kelompok masyarakat.

Kegiatan minggu ini kita ada dua tempat yaitu di perumahan gria pipit VI pondok kacang timur pondok aren pada hari jumat (28/02/14) dan di komplek perumahan amarapura kecamatan setu pada hari sabtu (01/03/14) dengan total 32 warga yang dilatih di kedua tempat tersebut ujar Rizka Dwipa Anggana Sekretaris PMI Tangsel.

Para sukarelawan PMI Tangsel secara bertahap melatih warga dikedua tersebut tentang penangan luka perdarahan,luka bakar dan cidera alat gerak dimana total dalam satu kelompok warga tersebut akan mengikuti 6 kali pertemuan. “Ini pertemuan ke dua bagi kelompok warga di amarapura yang berlatih tentang bagaimana melakukan tindakan pertolongan pertama jika anggota keluarga mengalami keseleo,tersiram air panas,ataupun patah tulang. Dan untuk warga di gria pipit VI pondok kacang pertemuan pertama bagi dimana warga berlatih mengenali alat-alat di yang ada rumah untuk melakukan tindakan pertolongan pertama seperti kain kerudung yang dapat digunakan untuk membalut, kardus bekas untuk pengganti bidai ketika terjadi patah tulang serta berlatih cara membalut luka” ujar selaku Rizka Dwipa Anggana menambahkan.

Warga yang dilatih sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut dimana mereka lebih banyak melakukan praktek-praktek tindakan pertolongan. “Kami tidak membatasi jumlah minimal peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan, 10 orang pun kita akan latih” ujar Fendra Kusnuryadi selaku wakil sekretaris PMI Tangsel. Namun untuk batas maksimal peserta kita membatasi sejumlah 40 orang untuk satu kali pertemuan agar tujuan pelatihan tercapai. “yang penting peserta mau mengikuti dengan sungguh-sungguh sebanyak 6 kali pertemuan dan mandiri dalam menyelenggarakan pelatihannya seperti menyediakan alat-alat yang dapat dipergunakan tuk pelatihan serta menyediakan makan minum bagi sukarelawan tentunya” ungkap Fendra.

“Dalam program Bhakti dan Pengabdian Sukarelawan PMI Tangsel untuk masyarakat ini kelompok masyarakat tidak hanya menerima materi pertolongan pertama namun kedepannya juga akan berlatih materi perawatan kedaruratan untuk keluarga serta kesiapsiagaan bencana.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here